HIDUP DALAM PENYERTAAN BAPA, ANAK DAN ROH KUDUS

7 jun

(Matius 28:16-20)

Allah yang menyatakan diri-Nya kepada kita melalui Alkitab, kita kenal dengan sebutan Allah Trinitas. Istilah Allah Trinitas sendiri tidak disebutkan dalam Alkitab, tetapi seluruh isi Alkitab menyaksikan dengan jelas bahwa Allah menyatakan diri-Nya dalam tiga Pribadi yang berbeda satu dengan yang lainnya, yaitu sebagai Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus, tetapi ketiga-Nya ada dalam satu kesatuan relasi yang tidak terpisahkan. Ketiga-Nya bekerja dan berkarya bersama, mencipta, memelihara dan memulihkan ciptaan-Nya.

Setelah Minggu lalu merayakan hari Pentakosta, maka Minggu ini gereja merayakan Minggu Trinitas. Lengkap sudah penyataan Allah kepada manusia. Dalam Minggu Trinitas tahun ini, kita diajak untuk membaca Injil menurut Matius, pasal 28, ayat 16-20. Bagian ini adalah bagian penutup dari Injil Matius. Di bagian penutup ini, Matius menuliskan bahwa Tuhan Yesus, yang sudah mati dan sudah bangkit dari antara orang mati, memberikan perintah terakhir kepada murid-murid. Tuhan memberi perintah kepada mereka agar mereka pergi dan menjadikan orang-orang dari segala bangsa sebagai murid Tuhan Yesus. Jadi mereka tidak hanya dipanggil untuk tetap menjadi murid Kristus,  tetapi dipanggil juga untuk menjadikan orang lain sebagai murid Kristus.

Tuhan Yesus tahu bahwa perintah ini tidak mudah diterima dan dijalankan oleh murid-murid-Nya, jika mengingat kondisi murid-murid pada waktu itu. Mereka baru saja melihat dan mengalami suatu kejadian yang sangat mencekam mereka berkaitan dengan apa yang terjadi pada Tuhan Yesus. Mereka melihat dan mendengar bagaimana orang-orang yang menolak Tuhan Yesus bertindak menggila dan berteriak-teriak meminta agar Pilatus menyerahkan Tuhan Yesus untuk disalibkan. Mereka melihat bagaimana orang-orang yang menolak Tuhan Yesus kemudian menyiksa dan menyalibkan Dia. Peristiwa itu begitu mencekam,  menghempas  mereka pada ketakutan yang dalam. Memang Tuhan Yesus sudah bangkit, dan Ia sudah menegaskan bahwa Ia sudah diberi kuasa Penuh, baik di sorga maupun di bumi. Tetapi mereka masih harus menghadapi orang-orang yang sama, yang menolak dan membunuh Tuhan Yesus.

Orang-orang yang menolak Tuhan Yesus berani memperlakukan Tuhan Yesus seperti itu, maka tidak dapat dibayangkan oleh para murid bagaimana nanti orang-orang itu akan memperlakukan mereka. Maka perintah terakhir yang diberikan kepada mereka menjadi perintah yang tidak mudah untuk mereka lakukan.

Tuhan Yesus tahu keraguan murid-murid-Nya. Ia mengerti apa yang ada dalam pikiran mereka. Oleh karena itu, Tuhan Yesus tidak hanya memberi perintah kepada mereka, Ia juga meneguhkan dan menguatkan hati mereka dengan menyatakan bahwa Ia tidak akan membiarkan mereka mengerjakan perintah itu sendirian. Tuhan Allah akan menyertai mereka, bukan hanya untuk sesaat lamanya, tetapi sampai akhir zaman. Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus – yang nama-Nya mereka beritakan dan meteraikan atas orang-orang yang percaya melalui baptisan – akan menyertai mereka dan juga menyertai kita, orang-orang yang percaya kepada pemberitaan mereka. Dalam penyertaan Tuhan, kita semua sebagai murid Tuhan dipanggil untuk melaksanakan perintah atau tugas pengutusan dari Tuhan dalam hidup kita. Sekalipun tugas itu tidak mudah, Allah Trinitas, Bapa, Anak dan Roh Kudus ada beserta kita, karena itu kita tidak perlu takut dan ragu, Allah akan melengkapi kita dengan semua yang kita perlu.

LN

Leave a comment