Hidup Berpengharapan dalam Terang Kristus

Quote-16Des2019

Yesaya 35:1-10; Mazmur 146:5-10; Yakobus 5:7-10; Matius 11:2-11

Sungguhpun mengaku orang beriman, dalam situasi tertentu kita bisa meragukan Tuhan. Itulah pengalaman Yohanes Pembaptis, saat menjadi tahanan Raja Herodes, melalui muridnya ia menanyakan kemesiasan Yesus. “Apakah benar Yesus adalah Sang Mesias? Apakah Engkau? Ataukah kami harus menunggu yang lain?”

1. Iman dan realita hidup.

Yohanes Pembaptis tahu bahwa salah satu tanda kedatangan Sang Mesias adalah Dia akan membebaskan orang-orang yang dipenjara (Yesaya 61:1). Yohanes pun telah mendengar bahwa Yesus telah melakukan begitu banyak tanda-tanda mujizat, tetapi dia mempertanyakan Yesus karena dirinya dibiarkan di dalam penjara.  Jadi “Apakah benar Yesus adalah Sang Mesias? Apakah Engkau? Ataukah kami harus menunggu yang lain?” Pertanyaan Yohanes sangat wajar. Ada alasan yang mungkin membuatnya meragu pada Yesus, yaitu yang dikaitkan dengan perannya meneladani nabi Elia. Jika Elia diluputkan Tuhan dari tangan musuh-musuhnya, tidak demikian dengan Yohanes. Ia dibiarkan berada lama dalam penjara karena berani menegur Herodes Antipas (lihat. Matius 14:1-4). Sementara itu, Mesias sama sekali tidak berbuat sesuatu apa pun untuk membebaskannya dari penjara.

Sebenarnya pertanyaan ini bukanlah karena Yohanes meragukan bahwa Yesus adalah Sang Mesias. Yohanes 1:23-24 mengatakan bahwa Bapa di surga sendiri yang telah meyakinkan Yohanes bahwa Yesus adalah Anak Allah, Sang Mesias. Yohanes Pembaptis beriman, percaya pada Yesus, namun realita hidupnya – dipenjara, membuatnya bergumul bagaimana menghubungkan atau menerapkan imannya dalam situasi hidupnya.

Sering kali kita ingin karya Tuhan yang menyatakan diri dapat sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tanda mujizat kesembuhan, penyertaan melalui tanda-tanda ajaib yang dapat kita nikmati, inilah yang paling kita ingin rasakan secara langsung. Tetapi Tuhan Yesus mengajar pada bagian ini bahwa tanda mujizat Tuhan harus diterima otoritasnya meskipun tanda-tanda tersebut tidak berkait langsung dengan hidup kita. Menyembuhkan orang sakit yang tidak kita kenal, membangkitkan orang mati yang bukan saudara atau kerabat kita, mengusir setan dari orang yang asing sama sekali bagi kita, ini semua tetap adalah tanda-tanda bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Yohanes tetap di penjara, tetapi tanda-tanda yang sudah terjadi itu tetap tidak kurang kuasanya.

2. Iman dan hidup berpengharapan dalam Terang Kristus.

Menjawab pertanyaan Yohanes, Yesus tidak sekadar mengurai pekerjaan-pekerjaan-Nya sebagai penggenapan dari nubuat nabi Yesaya (ayat 5, bdk. Yes 29:18, 35:5-6, 6:11). Yesus menambahkan dua hal pekerjaanNya, yakni orang kusta menjadi tahir, dan orang mati dibangkitkan. Hal ini menyiratkan bahwa Yesus adalah sungguh Mesias. Pengharapan ada dalam Yesus, Mesias sejati.

Apakah Yesus marah dengan keraguan yang ditunjukkan oleh Yohanes? Tidak. Yesus justru memuji Yohanes sebagai seorang nabi yang memiliki prinsip yang teguh dan mempraktikkan gaya hidup sederhana, serta mengabdikan diri kepada tugas kenabiannya dengan setia (ayat 7-10). Sekalipun untuk menjalani itu semua ia dicerca sebagai orang yang kerasukan setan (ayat 18). Di mata Yesus, Yohanes Pembaptis memiliki keunggulan dari nabi-nabi lain, yakni ia adalah jalan bagi Yesus, Mesias itu sendiri; kedatangan-Nya adalah penggenapan dari nubuat nabi Maleakhi (Mal. 3:1).

Ketika iman Kristen kita dilanda keraguan, segera datang dalam doa kepada Tuhan serta membaca Alkitab guna mencari jawab atas segala keraguan kita. Sebab hanya di dalam Yesus ada kepastian dan pengharapan sejati. Memasuki Minggu Adven ke-3 ini, kita memohon anugerah Tuhan agar kita dituntun Tuhan untuk tetap memiliki pengharapan  yang teguh bahwa Sang Mesias sesungguhnya sudah datang dan akan datang kembali untuk memulihkan keadaan umatNya.

                                                                                               Y.K.D

Leave a comment