HARGA SEBUAH PEMURIDAN

news-thumb1280

Lukas 14 : 25-35

Pengertian dari pemuridan adalah “Pelipatgandaan orang-orang yang mengikut Yesus” (disciple-making), sedangkan pengertian dari kemuridan adalah “mengikut Yesus” (discipleship). Hidup sebagai murid Yesus tidaklah mudah seperti yang diceritakan dalam Lukas 14:25-35. Pada bagian ini Tuhan Yesus mengingatkan adanya 3 macam orang yang “gagal” atau sulit untuk dikatakan sebagai murid Yesus, yaitu :

  1. Orang yang tidak mencintai Yesus lebih dari segala sesuatunya (ayat 26)
  2. Orang yang tidak rela menderita demi Yesus (ayat 27)
  3. Orang yang tidak mau mempercayakan hidup seluruhnya kepada Yesus (ayat 33)

Dari sini kita belajar 3 kunci untuk menjadi murid Yesus, yaitu :

  • Kita harus mencintai Yesus lebih dari segala sesuatu (Lukas 14:26)

Yesus tidak bermaksud untuk menghapus perintah Allah yang ke-4 yaitu: hormatilah ayah dan ibumu. Pada bagian ini Yesus hendak menekankan pentingnya seorang murid memiliki “komitmen” untuk mengikuti-Nya dengan sepenuh hati bukan setengah hati. Relasi kekerabatan itu tetap penting, tetapi jangan sampai menghalangi relasi kita dengan Tuhan.

Alasan mengapa kita mencintai Yesus adalah:

  1. Kristus adalah penebus dosa kita, ini yang harus kita ingat dimana Kristus sudah menebus dan menyelamatkan kita dengan darah-Nya yang mahal sehingga dia layak untuk dinomorsatukan.
  2. Kristus adalah Sang Pencipta, belajar menomorsatukan Tuhan adalah belajar melepas semua yang kita sayangi karena semua yang kita miliki adalah ciptaan-Nya.

 

  • Kita harus rela menderita bagi Yesus

Pengertian dalam ayat 27 sudah diungkapkan Yesus sebelumnya di Lukas 9:23. Menyangkal diri berarti ‘si aku’ tidak lagi menjadi yang utama dalam hidup ini dan memikul salib berarti bersedia menderita dalam mengikut Yesus.

Sekarang ini, kesetiaan dan pengabdian merupakan hal yang langka. Persaingan makin kuat dan anak anak tidak dididik untuk hidup dalam “kesetian, pengabdian dan pengorbanan”. Anak-anak justru dididik untuk meraih kepuasan dan kenikmatan diri. Disinilah Yesus mengajar kita sebagai anak-anak-Nya untuk mengikuti-Nya dengan “Taat dan Setia” yaitu berani dan rela melakukan pekerjaan Tuhan dengan hati yang terbuka, karena Tuhan Yesus sudah melakukannya jauh lebih besar dari apapun juga dengan mengorbankan diri di atas kayu Salib.

  • Kita harus mempercayakan hidup kita kepada Yesus sepenuhnya

Pengertian dalam ayat 33, Yesus menghendaki supaya kita melepaskan diri dari harta yang fana di dunia. Yesus mengetahui titik kelemahan para murid-Nya, yaitu: ‘karena dimana hartanya berada, hati mereka juga ada di sana’ (Mat 6:21). Pengertiannya adalah kita harus menomorsatukan Tuhan di atas segala-galanya dan menyadari bahwa apa yang kita miliki adalah titipan Tuhan. Apakah kita sudah mengutamakan Tuhan di atas segala yang kita miliki? Jika tidak, berarti kita belum tuntas untuk menomorsatukan Tuhan dalam hidup kita, dan kita harus sadar bahwa semua yang kita miliki baik harta, keluarga dan pekerjaan bukan hasil usaha kita sendiri melainkan hasil pekerjaan Tuhan dalam hidup kita.

Sebagai murid Yesus, kita harus setia memikul salib seperti Yesus sendiri demi kebahagiaan dan keselamatan sesama. Janganlah kita mengeluh kalau salibmu berat karena salib Yesus lebih berat dari yang kita pikul sekarang.

Kunci dasar kita dalam pemuridan adalah relasi dengan Tuhan, ranting pohon tidak mungkin bisa berbuah pada dirinya sendiri tetapi dengan melekat pada pokok anggur yang benar. Orang kristen bisa menghasilkan buah bukan karena kehebatannya sendiri tetapi karena relasinya dengan Tuhan. Biarlah kita semua dapat menjadi murid Kristus bukan karena kehebatan kita tetapi karena karya Roh Kudus yang sudah mengubah hidup kita di dalam memuliakan dan menomorsatukan Tuhan. Selamat berjuang para murid Kristus. Amin

BMW

Leave a comment