GKI YANG TERUS MEMBARUI DIRI (HUT GKI KE 32)

WhatsApp Image 2020-08-22 at 12.55.50

(Mat 16 : 13-20)

Mendoakan , hadiah atau kado ulang tahun selalu memberi kesan tersendiri bagi yang menerimanya, karena: (1) Ia diperhatikan dengan diingat hari kelahirannya; (2) Ia diapresiasi dalam dalam relasi kekeluargaan, persaudaraan atau persahabatan; (3) Ia didoakan dan diharapkan yang baik untuk waktu ke depannya. Jadi, bukan harga, melainkan “makna” atau “tujuan” hadiah itulah yang membuat orang berbahagia.

Saat ini, GKI sedang berbahagia mengingat hari penyatuannya yang ke-32. Di hari penyatuan GKI ini, kita sadar bahwa ANUGERAH ALLAH adalah hadiah terbesar bagi gereja-Nya. Tidak ada hadiah yang melebihi istimewanya anugerah Allah ini. Gereja ada dan hidup semata karena anugerah Allah. Dan untuk memberitakan anugerah itu jugalah maka gereja berkarya di tengah dunia ini.

Itulah juga pemaknaan yang ditangkap oleh Petrus dalam Matius 16:13-20. Janji berkat Tuhan itulah hadiah terbesar, yang membuat Petrus (dan kita semua) menjadi manusia yang bermakna dan bertujuan. Perjalanan dan percakapan Petrus bersama Tuhan Yesus pada akhirnya menghantar Petrus pada pertemuan dan pembaruan diri yang luar biasa. Pembaruan diri ini mencakup 2 dimensi besar:  vertikal dan horizontal.

  1. Aspek Vertikal

Aspek ini merujuk pada persekutuan dengan Allah. Untuk hidup dalam persekutuan dengan Allah, kita harus mengenal benar siapakah Allah yang kita sembah dalam diri Yesus Kristus. Oleh karena itu, Tuhan Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya dengan 2 pertanyaan:

  • “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” (ayat 13). Murid-murid berpikir sejenak. Nama-nama mulai bermunculan dalam pikiran mereka dan keluar satu persatu: “Yohanes Pembaptis”, “Elia” “Yeremia” atau “salah seorang dari para nabi.” (ayat 14). Murid-murid ini sudah menjalani berbagai hal bersama Yesus, namun kebanyakan mereka sendiri belum yakin siapakah Dia.
  • “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” (ayat 15). Sebuah jawaban mengharukan tiba-tiba keluar dari mulut Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (ayat 16). Para murid lain mungkin terperanjat dengan pengakuan Petrus. Namun, Sang Guru menegaskan bahwa pengakuan itu berasal dari Allah. Bapalah yang menganugerahkan pengertian itu kepada Petrus. Inilah ANUGERAH besar yang diterima Petrus. Petrus beroleh pengertian yang benar tentang siapa Yesus. Melalui pengertian ini, Petrus semakin mampu memberi diri sepenuhnya pada Kristus dan karya-Nya.

     2. Aspek Horizontal

Aspek ini merujuk pada hubungan jemaat Tuhan dengan Gereja dan panggilannya untuk menjadi terang Kristus di dunia ini. Pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Mesias dan Anak Allah, membawa dampak besar bagi masa depan Petrus.

  • Menjadi terang sebagai gereja Tuhan. Tuhan Yesus: “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya”. Di sini, Tuhan Yesus membangun konsep tentang “Gereja”. Petrus adalah batu kecil (Petros) yang membangun batu karang (Petra). Pengakuan Petrus membangun umat Tuhan (atau gereja) yang teguh dan kuat seperti batu karang. Melalui pemaknaan ini, Rasul Petrus pun berprsan dalam I Petrus 2:5: “Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani….” Pertanyannya bagi kita adalah:
  1. Sudahkah kita menjadi bagian ‘batu’ yang benar-benar hidup di dalam suatu persekutuan atau gereja?
  2. Sudahkah kita memberikan diri untuk dapat dipakai Allah dalam membangun gereja atau persekutuan di  mana kita berada?
  • Menjadi saksi bagi dunia ini. Tuhan Yesus berjanji, “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” (ayat 19). Setelah konsep anugerah dan gereja, Yesus meneruskannya pada konsep “kesaksian”. Petrus ada untuk mempersaksikan Kerajaan Sorga kepada umat manusia. Gereja, dengan otoritas yang diberikan Allah kepadanya, bertugas untuk membukakan pintu Kerajaan Sorga; sehingga anugerah keselamatan dari Allah terus tercurah dan melingkupi sebanyak mungkin orang. Demikian juga orang-orang yang merindukan sorga, dapat memasukinya melalui kesaksian dan pelayanan gereja. Pertanyaannya saat ini, khususnya bagi kita pribadi dan GKI sebagai  lembaga yang berbahagia dalam pesta penyatuan yang ke-32 ini:
  1. Sudahkan kita dan gereja kita mempersaksikan Kristus dalam kehidupan kita sehari-hari?
  2. Apakah bukti-bukti yang telah kita dan gereja kita nyatakan untuk menegaskan bahwa Yesus adalah Juruselamat kita?

Kiranya Tuhan terus memberkati kita untuk dapat memelihara terus persekutuan kita dengan  Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat. Tuhan kiranya memampukan tiap-tiap diri kita untuk semakin melekat kepada-Nya melalui persekutuan kita dengan sesama orang percaya di dalam gereja yang adalah tubuhnya. Selain itu, kiranya Tuhan juga menjaga Gereja-Nya untuk terus menjadi terang dan saluran berkat melalui pelayanan dan kesaksian-kesaksian nyata dalam kontek kehidupan kita sehari-hari. Selamat HUT GKI yang ke-32. Tuhan Yesus memberkati! Amin.

 

BMW

Leave a comment