GKI Berkarya dalam Keberagaman

news-thumb1280

(Yes 51:1-6, Mzm 138, Rm 12:1-8, Mat 16:13-20)

Gereja Kristen Indonesia (GKI) adalah bagian yang tak terpisahkan dari Indonesia. Konteks GKI adalah Indonesia. Kita hidup dan bertumbuh dalam situasi Indonesia. Kita berkarya bagi Indonesia. Seluruh kekayaan Indonesia menjadi kekayaan GKI, termasuk semua keberagaman suku, agama, budaya, bahasa dan nilai-nilai baik dalam masyarakat di mana kita berada. Seluruh pergumulan Indonesia juga menjadi pergumulan GKI, sebagai mitra yang menolong dan memulihkan Indonesia.

Meskipun pada awalnya, GKI merupakan gereja berbasis Tionghoa, namun seiring pergumulan iman, Tuhan berkarya lebih luar biasa di dalam dan melalui GKI. Pemaknaan diri dan kiprah GKI melebar melampaui batasan satu etnis. Keberagaman menjadi keniscayaan dalam tubuh GKI. Perbedaan tidak dipahami sebagai ancaman atau bahaya yang harus dihindari dan diperangi, melainkan kekayaan untuk dirayakan bersama seluruh elemen bangsa. Kini, GKI mampu memperlihatkan keberagaman itu di dalam dirinya; mulai dari jemaat-jemaat yang multi etnis, lagu, musik dan ibadah yang bernuansa multi etnis, juga pelayan dan pemimpin gereja yang multi etnis, hingga bentuk pelayanan yang berbeda- beda sesuai konteks keberadaan masing-masing umat.

Matius 16:13-20 menjelaskan bahwa Yesus hadir di daerah Kaisarea Filipi yang merupakan daerah yang tidak mengenal Allah. Memang, Yesus seringkali bertindak melampaui batas-batas wilayah dan hukum keagamaan orang Yahudi, untuk menegaskan bahwa kehadiran dan karya-Nya tidak terbatas pada satu bangsa tertentu. Ia hadir menjadi Juruselamat bagi semua. Di tempat ini jugalah Tuhan Yesus bertanya kepada para murid, “…Kata orang siapakah Anak Manusia?” Mereka pun menjawab, “…ada yang mengatakan Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan Elia, dan ada pula yang mengatakan Yeremia atau salah satu dari pada nabi”. Ada banyak pandangan beredar. Tetapi Kristus tidak menyalahkan salah satu pun. Ia sadar di balik jawaban itu tersimpan harapan baik akan hadirnya utusan Allah untuk memulihkan kehidupan mereka. Tetapi, Kristus merasa perlu mempersempit pertanyaan-Nya, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Petrus lalu mewakili dengan menjawab, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup”. Petrus punya pengakuan sendiri bahwa Yesus adalah Mesias (Juruselamat) dan Anak Allah yang hidup.

Pengakuan Petrus ini juga berbuahkan pengakuan Kristus, “Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku…” Keteguhan hati Petrus menunjukkan kesiapannya menjadi saksi bagi dunia. Iman Petrus akan memampukannya menjadi penerus ajaran dan karya pelayanan Kristus. Melalui para murid, ada harapan bahwa umat Tuhan akan berdiri kokoh di tengah dunia dan memberi dampak besar bagi dunia.

Tuhan Yesus juga berkata, “…kepadamu akan diberikan kunci kerajaan Sorga”. Kunci berarti otoritas atau kuasa. Orang yang memegang kunci berkuasa membuka dan menutup pintu. Memegang kunci Kerajaan Sorga berarti berkuasa membuka kerajaan itu agar manusia dapat masuk. Para murid berkuasa menyatakan suasana sorgawi, cahaya surgawi, dan kualitas hidup sorgawi kepada semua orang.

GKI adalah murid dan tubuh Kristus. GKI dipanggil untuk menghadirkan syalom Kerajaan Allah di dunia. GKI mewujudkannya melalui pelayanan, kesaksian dan persekutuan sorgawi; yang kental dengan penerimaan, kehangatan kasih, dan menjaga kesatuan seluruh ciptaan. 29 tahun lalu GKI mengumandangkan ikrar penyatuannya. Tiga sinode (GKI Jawa Barat, GKI Jawa Tengah dan GKI Jawa Timur) menjadi satu. Perbedaan bukanlah penghalang penyatuan. GKI mampu bersatu di tengah perbedaan yang ada dan merawat perbedaan itu sebagai kekayaan luhur dari Allah sang Pencipta.

Bagaimana dengan diri kita masing-masing? Bagaimana dengan jemaat di mana kita berada? Maukah kita menjadi saksi dan penerus pelayanan Kristus di Indonesia, khususnya di lingkungan kita masing-masing? Maukah kita memperjuangkan agar keluarga dan gereja kita menjadi sinar surgawi yang menerangi dunia? Kiranya Tuhan menopang kita, sehingga kita menjadi orang beriman yang kuat sekaligus berdampak baik (melalui pemikiran, pelayanan, pekerjaan baik) bagi dunia, sehingga Kerajaan Sorga semakin terbuka dan damainya sampai ke seluruh penjuru dunia. Amin.

MM

Leave a comment