Gerejaku Keluargaku

Quote-28Okt2019

Efesus 25 : 22 – 6 : 4

Keluarga yang harmonis, bahagia dan penuh cinta kasih adalah dambaan setiap manusia, tentunya di dalam Gereja kita juga mendambakan suasana seperti ini, karena Gereja adalah mencerminkan kehidupan keluarga Allah yang sesungguhnya. Paulus mengajarkan kepada kita di dalam bacaan kita hari ini dimana untuk mencapai kebahagian, setiap bagian keluarga mempunyai “peranan” yang penting seperti yang Allah inginkan, tetapi perlu disadari bahwa acapkali orang Kristen mengabaikannya sehingga banyak keluarga yang hancur dan berantakan, oleh karena itu kita perlu kembali memahami lebih dalam tentang “peranan” setiap orang yang ada di tengah-tengah keluarga untuk menciptakan kebahagian sesuai yang Alkitab ajarkan.

Apa yang sudah digambarkan di dalam bacaan kita ini, mutlak harus kita ikuti dan dapat kita terapkan di tengah-tengah kehidupan keluarga kita, yaitu bahwa Paulus tidak berbicara masalah: otoritas atau kekuasaan, tetapi berbicara tentang CINTA KASIH antara suami, istri dan juga sikap anak terhadap orang tua. Paulus tetap mengarahkan para suami untuk menjadi salib Kristus sebagai patokan untuk bertindak, dan bagi para istri, Paulus mengingatkan untuk tunduk dan hormat pada para suami yang mengasihinya, dan anak2 taat dan hormat serta mengasihi orang tuanya. Jika setiap keluarga memberlakukan prinsip ini dalam rumah tangganya, dapat dipastikan bahwa :

• Tidak ada suami yang menindas istri
• Tidak ada istri yang tidak tunduk dan tidak hormat kepada suami
• Anak-anak tidak berani untuk tidak taat, hormat dan mengasihi orang tuanya.

Karena mereka saling memperlakukan dengan penuh kasih sayang dan hormat.

Inti dari ajaran Rasul Paulus tidak sedang membicarakan secara khusus hubungan antara suami dengan istri dan anak, tetapi sedang membicarakan hubungan Kristus dengan jemaat (lihat pasal 32: Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat), maka selayaknya, kita ketahui bahwa kebenaran Ilahi yang sesungguhnya adalah hubungan Kristus dengan jemaat. Disini rasul Paulus sedang menunjukkan kepada jemaat bahwa :

1. Kristus telah menyelamatkan kita
2. Kristus telah mengasihi kita dan menyerahkan diri-Nya bagi kita
3. Kristus telah menguduskan kita menjadi tanpa bercela

Maka sudah selayaknya kita sebagai mempelai-Nya harus hidup tunduk dan kudus dihadapan Kristus. Untuk memudahkan pemahaman ini, Paulus memberikan penjelasan tentang keluarga, agar mudah di mengerti oleh jemaat di Efesus.

Keluarga/jemaat yang dapat merealisasikan apa yang Paulus inginkan adalah keluarga yang menciptakan hubungannya dengan Kristus itu diatas segalagalanya. Orang tua, anak atau seluruh anggota keluarga yang tinggal dalam sebuah rumah tangga haruslah orang-orang yang sudah ditaklukkan hati dan hidupnya oleh Tuhan Yesus.

Judul tulisan diatas: GEREJAKU KELUARGAKU, sesuai dengan pengajaran Paulus dalam Alkitab. Jelas sekali dikatakan bagaimana seorang pria harus mengasihi istrinya seperti dirinya sendiri dan seorang wanita hendaknya tunduk kepada suaminya, serta anak-anak harus taat dan hormat kepada orang tuanya. Memang itulah yang menjadi perekat sebagai kekuatan hubungan keluarga, sehingga hubungan Kristus dan jemaat akan terpancar dalam keluarga tersebut, sehingga keluarga Kristen masuk dalam keluarga bahagia yang sesungguhnya. Suami, istri dan anak yang memahami hak dan kewajiban masing-masing akan membuat keluarga tersebut langgeng, dan terhindar dari degradasi dan kehancuran, sekalipun harus kita sadari bahwa konflik dalam rumah tangga masih bisa terjadi tetapi tidak akan sampai membawa kepada kehancuran keluarga tersebut.

Pengajaran Rasul Paulus dalam kitab Efesus ini hendaknya menjadi patron dalam membangun keluarga Kristen dan jemaat Allah, karena keluarga merupakan gambaran hubungan Kristus dengan jemaat, Kristus yang pertama mengasihi jemaat sehingga jemaat tunduk kepada Kristus, demikian juga dalam hubungan suami dengan isti dan anak dengan orang tua, dimana suami harus terlebih dahulu mengasihi istri dan secara otomatis istri akan tunduk kepada suami, hal ini tidak boleh dibalik dengan menuntut istri tunduk kepada suami supaya suami mengasihi istri, sehingga kasih akan menimbulkan ketundukan. kalau hal itu sudah tercipta dengan baik dan benar, maka anak-anak akan hormat kepada orang tuanya.

Tujuan Kristus mengasihi jemaat supaya jemaat menjadi cemerlang, bahagia dan tidak bercacat, demikian juga dalam keluarga Kristen antara suami, istri dan anak tidak menjadi bercacat dan menjadi dasar dari pembangunan keluarga bahagia. Amin

BW

Leave a comment