Doa Mengubah Segala Sesuatu

news-thumb1280

(Lukas 11:1-13)

Seorang Ibu menguak keluhan kepada teman-teman: “Saya rasanya banyak masalah yang harus dihadapi. Gregetan rasanya. Di rumah air mati terus. Mengurus KTP tidak kelar-kelar. Ekonomi susah. Dagang di rumah untuk bantu suami susah. Dunia tidak ada pengertiannya!” Seorang teman menguatkan ibu ini: “Percayalah, Allah tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya”. Ibu lain berkata juga: “Teruslah percaya dan berdoa. Pada waktunya, Allah akan bertindak”.

Pergumulan hidup memang selalu silih berganti. Semua orang mengalaminya, hanya saja, tiap-tiap orang memiliki sikap berbeda atas pergumulan mereka. Sebagian orang segera tertekan dan putus asa, namun sebagian lain justru semakin mendekatkan diri kepada Allah melalui kehidupan doa-doa. Itulah orang beriman. Mereka percaya bahwa Allah peduli pada hidup mereka. Ia mendengarkan seruan hati manusia. Ia mampu mengubah keadaan menjadi baik. Ia berkenan campur tangan atas setiap doa. Keyakinan inilah yang membuat orang beriman kembali berdaya menghadapi pergumulan-pergumulan yang terjadi dalam hidup mereka.

Ketika para murid melihat betapa setianya Tuhan Yesus memelihara kehidupan doa kepada Bapa-Nya, mereka pun ingin seperti Dia. Dengan merujuk bagaimana Yohanes mengajari murid-muridnya berdoa, mereka juga ingin diajari Sang Guru untuk memiliki kehidupan doa yang baik. Kerinduan itu sangat indah, sehingga Tuhan Yesus pun mengajari mereka caranya berdoa.

Doa yang diajarkan Tuhan Yesus adalah doa yang menuntun pada pengarahan diri kepada Allah, bukan pengarahan diri kepada manusia. Doa tersebut tidak dimulai dengan keluhan tentang kemanusiaan, tetapi tentang kerinduan kepada Allah. Yesus mengajar para murid agar mengakui dan menyebut Allah sebagai Bapa, suatu gambaran relasi yang sangat hangat dan karib. Selanjutnya, Tuhan Yesus rindu agar manusia senantiasa menghormati dan menjaga kekudusan Allah dan mengharapkan terwujudnya pemerintahan Allah di atas muka bumi.

Doa harus dipandang sebagai upaya menyelaraskan hidup pada sifat, kehendak dan misi Allah di dunia. Banyak orang salah kaprah saat berdoa. Mereka berpikir bahwa Tuhanlah yang harus menyelaraskan diri dengan manusia. Tuhanlah yang harus mendengarkan manusia. Tuhan harus menjawab doa-doa manusia. Allah harus mengerti situasi manusia dan dengan kuasa-Nya menolong manusia. Tanpa sadar, banyak orang menempatkan Allah sebagai pelayan yang harus memenuhi seluruh permintaan manusia, padahal doa adalah sarana komunikasi agar manusia dapat memahami kehendak Tuhan. Doa yang diajarkan Tuhan Yesus membawa kita untuk menyatu di dalam misi kekudusan nama-Nya, perwujudan kehendak-Nya, menghadirkan keterjaminan bagi semua, pengampunan bagi semua dan kelepasan dunia dari kejahatan. Gerakan doa seperti inilah, yang disertai dengan perbuatan nyata, akan membawa kita pada pembaruan hidup yang luar biasa.

Oleh karena itu, jangan terburu-buru sibuk dengan rentetan permintaan dalam doa-doa Saudara. Jangan habiskan saat doa Saudara dengan keluhan, tangisan atau daftar menu yang tidak habis-habisnya. Sikap seperti inilah yang membuat doa menjadi hampa, menjenuhkan dan menjijikkan bagi Tuhan. Allah tahu bahwa Saudara memiliki banyak kebutuhan. Ia juga sebenarnya selalu siap mengabulkan doa-doa yang sesuai dengan kehendak-Nya. Tetapi, yang terutama dirindukan-Nya adalah bercakap-cakap dari hati ke hati dengan Saudara. Ia rindu agar Saudara menikmati relasi kasih dengan-Nya; layaknya seorang bapa dan anaknya yang kekasih.

Pemahaman bahwa doa sebagai formula ajaib untuk mendapatkan keinginan haruslah kita ubah. Bagi Tuhan Yesus, doa bukanlah mantera. Panjangnya doa tidak menjadikan doa lebih mujarab. Indahnya kata-kata dalam doa tidak menentukan keampuhan doa. Doa harus dilihat sebagai persekutuan Roh dengan Allah. Doa harus digerakkan oleh Roh Allah. Siapa hendak menyapa Allah haruslah menyapa-Nya dalam Roh dan kebenaran. Ketika kita mengalami gerakan Roh dan menikmati persekutuan Roh dengan Allah, pada saat itulah kita mengalami kuasa dan daya ilahi. Ketika relasi kita dengan Allah dibangun di dalam Roh, dan kehendak Roh menyelaraskan kehendak kita, pada saat itulah Roh Allah bekerja dengan leluasa dan luar biasa. Saat Allah bekerja melalui Roh dan firman-Nya, pada saat itulah segala sesuatu akan berubah sesuai dengan kehendak Allah. Amin.

MM

Leave a comment