DITARIK OLEH ANUGERAH-NYA

IMG-20210330-WA0009

(Yeremia 31:31-34, Mazmur 51:2-13, Ibrani 5:5-10, Yohanes 12:20-33)

Hari raya Paskah bagi orang Yahudi adalah hari raya yang sangat penting, pada hari itu mereka kembali mengingat betapa besar anugerah Allah yang telah mereka terima dengan meluputkan anak-anak sulung mereka dari kematian karena darah anak domba yang mereka oleskan di palang pintu rumah. Pada waktu itu, mereka masih tinggal di Tanah Mesir menjadi budak bangsa Mesir.  Tuhan sudah meluputkan mereka, bahkan juga melepaskan mereka dari perbudakan itu dengan memimpin mereka keluar dari Tanah Mesir dan masuk ke Tanah Kanaan. Peristiwa Paskah dipandang sebagai peristiwa besar yang menjadikan mereka umat kepunyaan Allah. Itu sebabnya, ketika merayakan Paskah, di manapun mereka tinggal, mereka akan datang ke Yerusalem, menghadap Tuhan di Bait Allah. Dan uniknya, bukan hanya orang-orang keturunan Yahudi yang akan datang, tetapi orang-orang dari berbagai bangsa, yang percaya kepada Allahnya orang Yahudi (yang biasanya disebut Proselit), juga datang ke Yerusalem. Anugerah Allah yang telah mereka terima, menarik mereka datang ke Yerusaalem, ke Bait Allah.

Dalam Injil Yohanes yang menjadi bacaan kita hari ini, dicatat bahwa dari antara mereka yang datang untuk beribadah merayakan paskah bangsa Yahudi, ada juga yang datang mencari Tuhan Yesus dan ingin bertemu dengan Dia. Mengapa mereka mencari Tuhan dan mau bertemu dengan Dia? Menurut Yohanes sebagaimana dicatat dalam injil yang ditulisnya, alasan mereka jelas, yaitu mereka mau melihat kemuliaan Allah yang akan dinyatakan oleh Tuhan Yesus melalui karya-Nya, ketika Ia ditinggikan melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Pekerjaan-pekerjaan Allah yang dilakukan oleh Kristus Yesus selama ini, memang telah membawa banyak kemuliaan bagi Allah dan menarik banyak orang datang kepada-Nya. Dan karena itu mungkin orang-orang itu datang mencari Dia dan hendak bertemu dengan Dia. Tuhan Yesus membenarkan hal itu dengan mengatakan bahwa sekarang saatnya telah tiba, Ia akan ditinggikan melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Dalam Yohanes 12:32, Yohanes mencatat apa yang dikatakan Yesus tentang kematian dan kebangkitan-Nya, bahwa apabila Ia ditinggikan (melalui kematian dan kebangkitan-Nya), maka Ia akan menarik semua orang datang kepada-Nya.

Peristiwa Salib, bagi banyak orang mungkin dilihat sebagai jalan penderitaan yang harus dihindari, tidak ada orang yang mau dan rela menjalaninya, karena jalan salib adalah jalan penuh penderitaan, kesakitan dan penghinaan. Tetapi tidak demikian bagi Kristus Yesus, Tuhan kita. Ia melihat jalan itu sebagai jalan bagi anugerah Allah untuk sampai kepada manusia. Melalui kematian-Nya di kayu salib, Ia akan menganugerahkan kehidupan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Kematian-Nya bukan kekalahan, melainkan kemenangan, karena memang Ia harus mati lebih dulu agar Ia bisa menganugerahkan kehidupan kepada banyak orang. Ia rela menempuh jalan itu, sekalipun jalan itu adalah jalan penderitaan, via dolorosa, karena jalan itu memberi kehidupan bagi banyak orang.

Saudara, kadang Tuhan memimpin kita masuk ke jalan itu, jalan penderitaan, untuk mendatangkan banyak kemuliaan yang bisa menarik orang datang kepada anugerah Allah, bersediakah kita berjalan di jalan itu seperti yang telah dilakukan Tuhan kita? Atau kita akan lari karena kita enggan menderita, enggan kehilangan kenyamanan dan kesenangan bagi diri kita sendiri? Tuhan Yesus berkata: “Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.” (Yoh 12:25-26). Kiranya Tuhan menolong kita untuk taat dan setia mengikut Dia, jalan apapun yang harus kita lalui bersama-Nya. Amin!

 

LN

Leave a comment