DIPULIHKAN DARI PAGUTAN DOSA

IMG-20210314-WA0001

Bilangan 21:4-9, Mazmur 107:1-3, 17-22, Eefesus 2:1-10, Yohanes 3:14-21

Ketika dosa masuk dalam kehidupan manusia, maka tanpa perlu belajar dan dilatih untuk berbuat dosa, semua keturunan manusia sudah dapat berbuat dosa. Kecenderungan untuk berbuat dosa telah berakar kuat di dalam diri kita dan anak-anak kita.  Tidak heran jika Rasul Paulus berkata bahwa “Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23). Karena itu Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa kita semua telah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa kita. Masing-masing kita terus mengikuti keinginan dalam diri kita untuk berbuat dosa, sehingga sekalipun kita tahu apa yang benar yang seharusnya kita perbuat, sering kali kita dapati bahwa yang kita perbuat bukanlah apa yang benar melainkan apa yang salah. Sehingga tentang keadaan diri kita, Paulus katakan bahwa kita semua telah mati dalam pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa kita.

Syukur kepada Allah karena Ia adalah Allah yang berbelas kasihan dan penuh rahmat atas semua ciptaan-Nya. Sekalipun Ia harus menghukum kita karena dosa dan pelanggaran kita, dalam anugerah-Nya, Allah menyediakan jalan untuk memulihkan keadaan kita. Dalam Bilangan 21:4-9, kita melihat bagaimana bangsa Israel, umat yang telah dipimpin Allah keluar dari Tanah Mesir, dari tempat perbudakan, terus menerus mengeluh dan menggerutu, tidak tahu bersyukur kepada Allah yang telah membebaskan mereka dan akan membawa mereka ke Tanah Perjanjian yang akan Allah berikan kepada mereka. Mereka terus saja mengikuti keinginan hati mereka yang jahat dan mengucapkan kata-kata yang jahat melawan Musa, hamba Allah itu, dengan demikian mereka telah melawan TUHAN, Allah yang mengutus Musa memimpin mereka.

Dalam murka-Nya, Tuhan menghukum bangsa itu dengan menyuruh ular-ular tedung untuk memagut mereka, sehingga banyak di antara mereka yang mati karena pagutan ular itu. Ketika bangsa itu menyadari kesalahannya, lalu meminta agar Musa berdoa kepada Tuhan bagi mereka, maka Tuhan dalam kemurahan-Nya berkenan mengampuni mereka dan menyediakan jalan pemulihan bagi mereka. Tuhan meminta Musa untuk membuat ular dari tembaga dan menggantungnya di atas sebuah tiang. Orang yang dipagut ular tedung, yang mau  memandang kepada ular yang ditinggikan itu akan tetap hidup. Ular tembaga yang ditinggikan Musa adalah sebuah gambaran mengenai bagaimana kelak Anak Manusia, Sang Mesias yang dijanjikan Allah, akan ditinggikan di atas Kayu Salib, menjadi jalan pendamaian dan pengampunan bagi manusia berdosa, sehingga mereka yang percaya dan memandang kepada Dia yang disalibkan akan mendapat pengampunan dan pemulihan dari dosanya.

Kita tidak bisa menyangkali bahwa dosa sudah masuk dalam kehidupan kita, yang dapat kita lakukan adalah mengarahkan pandangan kepada Dia yang disalibkan bagi kita, di dalam Dia dan melalui kurban-Nya di Kayu Salib, Allah menyediakan jalan untuk memulihkan kita dari pagutan dosa. Sehingga kita bisa dibenarkan dan diselamatkan oleh Allah, bukan karena kekuatan dan kemampuan kita untuk melawan dosa dan menolak dosa, melainkan karena kemurahan Allah, Allah berkenan memberikan hidup yang baru kepada kita yang percaya kepada Anak-Nya, yang datang ke dunia dan mati di Kayu Salib, menyatakan kasih Allah yang begitu besar kepada setiap kita. Syukur kepada Allah!

 

LN

Leave a comment