Dipersatukan dalam Sang Pokok Anggur

WhatsApp Image 2021-05-08 at 09.19.08

Yohanes 15:9-17

Yesus menyatakan diriNya adalah Pokok Anggur yang benar dan umat-umatNya termasuk kita adalah rantingnya yang harus tinggal dan dipersatukan dalam Sang Pokok Anggur tersebut. Kemudian Yesus mengajar muridNya untuk tinggal di dalam kasihNya.

Apa maksudnya tinggal di dalam kasih Yesus ini?

  1. Hidup dalam limpahan Kasih Bapa dan Kasih Yesus

Dalam ayat 9, Yesus di sini mengungkapkan pernyataan kepada murid-muridNya dengan pengakuan akan hal-hal yang baik di dalam mereka yakni Bapa mengasihi Yesus maka Yesus itu mengasihi murid-muridNya. Sebelum perkataan ini Yesus pernah berfirman dalam Yohanes 3:16 bahwa “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Jadi jelas kehadiran Yesus di dalam dunia merupakan bukti nyata kasih Bapa kepada umatNya yakni setiap orang yang percaya di dalam nama Yesus Kristus.

Kita semuanya adalah orang berdosa dan membutuhkan keselamatan; butuh untuk dicintai dengan cinta kasih sayang yang besar; dan kita terima itu semua dari Tuhan sang Pencipta kita dan Tuhan sang Juruselamat kita. Dari kenyataan inilah kita diminta untuk tinggal di dalam kasih Yesus yang berarti kita hidup dalam limpahan kasih Bapa dan Yesus Kristus sehingga hidup kita harusnya berlimpah dengan rasa ucapan syukur dan ingin hidup terus menyenangkan dan memuliakan Tuhan. Hidup dalam limpahan kasih Bapa dan kasih Yesus Kristus juga akan membawa kita untuk mengasihi sesama kita karena kita telah dipersatukan dalam satu tubuh dan satu Pokok Anggur yang benar—Yesus Kristus. Maka dari itu mari kita hidup saling mengasihi satu sama lain dalam limpahan kasih Tuhan. Memang tindakan mengasihi ini juga yang diajarkan Yesus di ayat 17, kata Yesus: “Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

 

  1. Hidup mengasihi Tuhan dan menuruti Perintah Tuhan

Ada hal yang menarik yang dapat kita lihat mulai dari Yohanes 14:15, 14:21, 14:24, dan 15:10 yakni adanya hubungan antara mengasihi dan menuruti Tuhan.  Ini berarti saat kita menuruti perintah Tuhan, dasar dari itu adalah kasih. Ayat 9 menunjukkan bahwa Bapa memberi contoh, lalu ayat 10 Yesus memberi contoh kepada Bapa, dan ayat 11 Yesus memberi contoh kepada kita.  Ada semacam urutan logika antara Bapa – Yesus – manusia. Bapa dan Yesus telah memberi contoh pada kita untuk saling mengasihi.  Kita pun dituntut untuk mengasihi Tuhan dan sesama.  Contoh yang luar biasa diberikan Tuhan Yesus dengan jalan memberikan nyawaNya (ayat 13).   Sungguh merupakan kasih yang luar biasa. Jadi hidup di dalam kasih itu adalah merupakan perintah Tuhan (ayat 12, 17).  Kalau kita benar-benar mengasihi Dia, dan merupakan sahabatNya maka kita akan menuruti perintahNya. Bagaimana kita tahu perintahNya kalau kita tidak bergaul dengan firmanNya. Maka dari itu mari kita hidup bergaul dengan firmanNya dan juga menghidupi firman Tuhan. Mari saat ini kita mengambil suatu tekad, mau tinggal di dalamNya, bergaul di dalam firmanNya, mengasihi Dia dan sesama sehingga kita dapat berbuah banyak.

Jadi kita hidup dalam kasih Yesus Kristus artinya kita mematuhi perintah-perintah Tuhan, sebagaimana Yesus menaati perintah-perintah Bapa-Nya. Sekarang, kita sebagai seorang murid, hidup taat dan perhatian pada otoritas Tuhan-Nya, dan ingin hidup mengasihi-Nya, maka tindakan tersebut menghasilkan kepatuhan yang “menyenangkan” pada perintah-perintah dan firman Tuhan. dalam kata lain, kita tidak dapat tidak melanjutkan hidup dalam kasih-Nya karena dalam kasih Tuhan dan mematuhi perintahNya ada damai sejahtera. Jadi ketaatan kita harus didasarkan pada karakter utama yang sama seperti yang dimiliki Tuhan kita yakni Yesus Kristus. Kepatuhan kita adalah ketaatan dalam mengasihi Tuhan dan mematuhi perintahNya, dan begitu pula mengasihi sesama kita. Perintah untuk mengasihi dan menuruti perintah untuk mengasihi sesama, Yesus juga telah sampaikan dalam Yohanes 13:34: “Aku memberikan perintah baru  kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” Mari kita hidup dalam kasih Yesus Kristus yang akan menuntun kita untuk hidup menuruti firmanNya dan hidup mengasihi sesama.

Leave a comment