Digembalakan Dan Menggembalakan

news-thumb1280

(Matius 25:31-46)

Dalam kalender gerejawi, hari Minggu ini (26/11) merupakan Minggu penutup rangkaian Minggu-minggu Biasa. Minggu ini diperingati sebagai Minggu Kristus Raja, di mana umat diajak menghayati Kristus Yesus sebagai Raja dan Hakim akhir zaman. Raja merupakan sosok penuh kuasa dalam menggembalakan kawanan rakyat di bawah kepemimpinannya. Sementara Hakim menunjuk pada sosok yang berkuasa menegakkan kebenaran dan keadilan bagi umat manusia.

Matius 25:31-46 menyebutkan Yesus sebagai Anak Manusia (Allah yang berinkarnasi menjadi Anak Manusia) kelak akan datang dalam kemuliaan-Nya bersama para malaikat-Nya. Saat itulah seluruh manusia akan dikumpulkan di hadapan takhta-Nya. Kata “semua bangsa” menegaskan bahwa yang dikumpulkan bukan hanya umat pilihan saja, melainkan semua bangsa di muka bumi. Tanpa kecuali! Lalu, mereka akan dipisahkan satu sama lain. Pemisahan ini bukan berdasar pada pekerjaan, pendidikan atau suku bangsa, melainkan menurut sikap manusia selama di muka bumi.

Orang yang di sebelah kanan disebut-Nya kawanan domba, di sebelah kiri kawanan kambing. Kawanan domba menggambarkan orang-orang yang baik dan benar, yang hidupnya dikenan Allah. Sementara kawanan kambing menunjuk pada orang-orang jahat dan sesat, yang kelak akan dienyahkan- Nya. Sekali lagi, pembedanya adalah sikap dan pelayanan mereka selama di muka bumi, yang dinyatakan dalam 6 tindakan: memberi makan yang lapar, minum kepada yang haus, tumpangan kepada orang asing, pakaian kepada yang telanjang, menjenguk ketika sakit, dan mengunjungi orang yang terpenjara.

Orang-orang yang berada di sebelah kanan Sang Raja heran mengapa mereka sedemikian dihargai; padahal mereka merasa tidak pernah melihat Sang Raja lapar, haus, sebagai orang asing, telanjang, sakit dan terpenjara. Lalu Raja membuka rahasia, “…segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah sorang dari saudara-Ku yang paling kecil ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. “(Mat.10:42). Siapakah “saudara-Ku yang paling kecil ini”? Semua orang yang dianggap hina, rendah, susah dan menderita menurut ukuran dunia ini. Tuhan Yesus telah memberi teladan bagaimana peduli kepada mereka ini. Ia mencintai semua orang, bahkan musuh sekalipun. Ia menempatkan diri-Nya sebagai gembala bagi semua orang, khususnya bagi mereka yang “kecil”, tersisih, terbuang dan terabaikan oleh dunia ini. Dalam teladan seperti inilah, setiap anggota kawanan domba Kristus tergerak untuk saling “menggembalakan”.

Kata ‘menggembalakan’ dan ‘digembalakan’ kerap dipahami secara negatif oleh banyak orang kristen; apalagi tambahan kata ‘khusus”. Penggembalaan sering dinilai sebagai upaya penerapan aturan atau hukuman kepada orang yang bermasalah. Orang yang digembalakan (secara khusus) pasti sedang bermasalah dalam hidupnya. Itulah sebabnya, “menggembalakan’ semakin dihindari dan tidak bermakna dalam persekutuan dan pelayanan. “Menggembalakan” dianggap tugas pendeta dan penatua, sebab merekalah pemegang aturan dan hukum-hukum gereja. Padahal, sesungguhnya menggembalakan adalah tugas semua orang percaya. Merawat kehidupan adalah tugas semua orang. Panggilan “gembalakanlah domba-domba- Ku” tidak hanya ditujukan kepada Petrus, melainkan juga kepada semua orang yang mengaku murid Kristus.

Selain itu, patut juga diingat bahwa siapapun bisa menjadi sasaran pelayanan dan penggembalaan kita. Di sekitar kita banyak orang yang lapar, haus, telanjang , sakit dan terpenjara oleh situasi kehidupan. Mereka harus menjadi sasaran pelayanan kita. Saat melihat mereka, kita tidak boleh berdiam diri! Hanya saja, pelayanan kepada mereka tidak hanya sebatas bantuan karitatif. Setiap kita memiliki peran, fungsi dan kemampuan yang beranekaragam, sehingga bisa melengkapi kekurangan peran, fungsi dan kemampuan orang lain. Kita juga memiliki profesi yang berbeda, entah sebagai pengusaha, politisi, penegak hukum, pedagang, guru, seniman, petani, nelayan,dll., yang dapat dijadikan media pelayanan menolong sesama. Intinya, jangan jemu menyatakan kasih dan pelayanan sebagai wujud penggembalaan kita terhadap sesama. Tuhan kiranya memberkati pelayanan kita. Amin.

MM

Leave a comment