Bersaksi dalam Keutuhan Relasi

WhatsApp Image 2021-05-08 at 09.19.08

Yohanes 17:20-23

Yohanes pasal 17 merupakan doa Yesus yang terpanjang dari doa Yesus di Injil yang lain. Yesus dalam perikop ini berdoa bagi murid dan bagi mereka yang percaya kepada-Nya (ay. 20). Dalam doa tersebut, Yesus menyatakan akan relasi-Nya dan Bapa adalah relasi dalam kesatuan. Kata “satu” antara Yesus dan Bapa di sini menunjukkan satu kesatuan yang utuh yang merujuk kepada keesaan Bapa, Yesus, dan Roh Kudus dalam kesatuan Allah Tritunggal. Kemudian di ayat 21 Yesus menyatakan doa-Nya: “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau.” Jadi Yesus mengharapkan adanya relasi kesatuan antara satu orang percaya dengan orang percaya lainnya ataupun satu murid dengan murid yang lain. Relasi kesatuan orang percaya ini didasarkan dari kesatuan Bapa dengan Yesus yang artinya kesatuan orang percaya itu dalam relasi kesatuan yang utuh pula.

Kemudian Yesus juga menyatakan dalam ayat 21: “agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Dari pernyataan ini kita melihat bahwa inisiatif kesatuan bukan atas inisiatif dari manusia, tetapi berasal dari Bapa dan Yesus yang mengharapkan orang percaya hidup dalam relasi dengan Allah Tritunggal (“Kita”). Jadi kesatuan orang-orang percaya tersebut akan dialami jika hidup kita dekat dengan Tuhan, sehingga hidup kita dalam relasi bersama-sama Yesus dalam Bapa. Selain itu, relasi kesatuan tersebut menjadi kesaksian kepada dunia bahwa Yesus adalah Juruselamat dunia. Intinya keutuhan dalam relasi kita dengan sesama orang percaya menjadi wadah kita untuk menyaksikan kasih Yesus kepada dunia. Jelas, orang-orang percaya tidak dapat menjalankan misi Yesus jika mereka tidak bersatu ataupun bekerja sendiri-sendiri.

Selanjutnya dalam ayat 22 Yesus menyatakan: “Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu.” Kemuliaan yang Yesus berikan kepada para murid adalah sama dengan yang diterima Yesus. Selain itu, dengan menyatakan “memberikan mereka kemuliaan,” Yesus menjelaskan betapa dalamnya dan kokohnya dasar dari kesatuan orang-orang percaya. Jadi kemuliaan yang dinyatakan dalam relasi kesatuan orang percaya itu merupakan pemberian atau anugerah dari Tuhan. Yesus di ayat 22 juga menyatakan bahwa “supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu.” Pernyataan tersebut menyatakan bahwa orang-orang percaya tidak hanya satu di dalam komunitas (sesama manusia), tetapi juga satu dalam Bapa dan Yesus. Penyatuan dengan Allah merupakan anugerah terbesar yang diberikan melalui Yesus Kristus. Begitu juga penyatuan orang percaya dengan Yesus dalam maksud Allah yang kekal merupakan sumber sukacita dan berkat yang diam di antara orang percaya, dan segala kemuliaan dinyatakan bagi kita.

Dalam ayat 23, Yesus juga menyatakan “Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.” Di ayat 21 Yesus menyatakan sebelumnya bahwa, “Aku di dalam Engkau,” namun di ayat 23 ini Yesus menyatakan “Aku di dalam mereka.” Hal ini ingin menegaskan bahwa relasi kesatuan yang utuh tersebut menjadi sempurna di dalam Yesus yang menyatakan kasih-Nya dan kasih Bapa. Kasih yang dinyatakan itu ditunjukkan dalam ketaatan Yesus (3:35; 5:20; 10:17). Allah menunjukkan kasih terbesar-Nya kepada dunia dengan mengirim Anak-Nya untuk mati bagi dunia (3:16). Kasih terbesar-Nya ini dianugerahi dan diberikan satu kali, yakni ketika Yesus mati. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus mencapai tujuan-Nya untuk menyelamatkan dunia. Maka dari itu sekali lagi Yesus menyatakan bahwa melalui relasi kesatuan umat ini dapat menjadi kesaksian “agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.”

Jadi apa yang harus kita lakukan:

  1. Hidup dalam kesatuan dengan sesama dalam kasih yang nyata dan dalam doa sehingga relasi kesatuan kita tersebut menjadi kesaksian nyata bagi orang-orang yang belum percaya Yesus
  2. Hidup dalam kesadaran bahwa kita adalah murid dan saksi Yesus Kristus. Mari berani dan terus memberitakan Injil kepada sekitar kita agar mereka tahu akan kasih Bapa dalam Yesus Kristus. Dan yakinilah bahwa Tuhan pasti akan memampukan dan memberikan kuasa kepada kita untuk menjadi saksi bagiNya demi kemuliaan Allah.

Leave a comment