BERKARYA DI TENGAH DUNIA

news-thumb1280

(Yesaya 45:1-7, Mazmur 96:1-13, 1Tesalonika 1:1-10, Matius 22:15-22)

Gereja adalah persekutuan orang percaya, yang telah dipanggil keluar dari kegelapan dunia untuk masuk ke dalam terang, menjadi umat kepunyaan Allah (1Petrus 2:9). Sebagai umat kepunyaan Allah, gereja dipanggil untuk hidup menurut ketetapan dan peraturan Allah. Gereja hadir dalam dunia, tetapi tidak boleh menjadi serupa dengan dunia, karena Allah, sang pemilik gereja mengutus gereja ke dalam dunia (Yohanes 15:19) supaya dapat berkarya dan menghasilkan buah (Yohanes 15:16). Bagaimana umat Allah dapat hidup dan berkarya di tengah dunia yang penuh dosa tanpa menjadi serupa dengan dunia? Bagaimana umat Allah berinteraksi dengan orang-orang yang ada dalam dunia ?

Sulitnya hidup sesuai dengan ketetapan dan peraturan Allah di tengah- tengah dunia, yang tidak mengenal Allah dan tidak punya rasa takut kepada Allah, kadang membuat sebagian umat Allah menarik diri dari segala bentuk relasi dengan orang-orang dunia. Ada di dunia, tetapi menutup diri terhadap dunia, tidak peduli dengan apa yang terjadi dalam dunia, hidup dalam dunianya yang eksklusif. Itukah yang dikehendaki Allah? Dalam bacaan kita hari ini, kita diajak untuk melihat bahwa dunia dan komunitas di luar gereja bukanlah suatu ancaman yang harus kita takuti dan hindari, melainkan sebagai ladang tempat kita dipanggil Tuhan untuk bekerja dan berkarya di dalamnya.

Dalam Matius 22:15-22 dikisahkan bagaimana Tuhan Yesus diperhadapkan pada situasi sulit karena jebakan yang dipasang oleh orang- orang Farisi, dengan pertanyaan, “Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”. Pertanyaan itu menjadi jebakan yang sangat sulit oleh karena orang-orang yang ada di sekitar Tuhan Yesus pada saat itu, akan membuat apapun jawaban yang Tuhan Yesus berikan akan membawa Dia ke dalam penjara. Sebagai seorang Yahudi, jika Ia menjawab “Boleh”, maka Ia akan dibawa ke hadapan mahkamah agama Yahudi karena dianggap mengabaikan ajaran Musa, karena orang Yahudi hanya dituntut untuk menyatakan loyalitas kepada Allah. Tetapi jika Ia menjawab “Tidak”, maka Ia harus berhadapan dengan pengadilan Romawi, karena orang-orang Herodian  yang mendengar hal itu pasti tidak akan membiarkan Ia pergi dengan bebas jika berani mengajarkan dan menghasut rakyat untuk tidak tunduk kepada pemerintah dengan tidak membayar pajak. Tetapi oleh karena hikmat Allah ada pada Tuhan Yesus, Ia dapat menjawab dengan baik dan membungkam orang-orang yang menginginkan celaka-Nya (Lihat ayat 18-22).

Keadaan dunia yang tidak ideal, tidak membuat Yesus menarik diri dari dunia dan bersembunyi, atau meghindar dari interaksi dengan orang- orang jahat yang ada di dalamnya. Tidak. Tuhan Yesus tetap ada, Ia tetap melaksanakan pekerjaan yang Allah ingin Ia lakukan. Ia tetap ada di tengah- tengah mereka dan menyatakan suara kenabian-Nya, menegur dosa, kesalahan dan pelanggaran mereka, mengundang mereka untuk datang dan percaya kepada Allah, yang berarti juga percaya kepada Dia (lihat juga Yohanes 10:31-38). Sekalipun mereka terus berusaha untuk menjebak, menangkap dan membunuh-Nya, Tuhan Yesus tidak menjauhkan diri atau menghindar dari mereka. Mengapa? Karena Ia tahu untuk apa Ia datang ke dalam dunia (Yohanes 12:27).

Dunia yang kita hadapi saat ini juga bukan dunia yang ideal buat kita. Ada banyak orang yang menginginkan celaka kita dan menjerat kita dalam berbagai dosa. Itulah dunia di mana Tuhan mengutus kita. Jika kita tahu untuk apa Allah mengutus kita ke dalam dunia, kita tidak perlu takut apapun yang harus kita hadapi, karena hikmat Allah yang dicurahkan atas kita akan menjaga setiap langkah kerja dan karya kita. Hanya satu yang harus kita lakukan, setialah, berikan kepada Allah apa yang memang harus kita berikan kepada Allah dan berikan kepada pemerintah dan orang-orang di sekitar kita apa yang Allah kehendaki kita berikan kepada mereka. Tidak peduli siapapun yang jadi pemerintah atas kita, mereka semua bisa dipakai Allah untuk mendatangkan kebaikan bagi kita, selama kita menjalani hidup sesuai dengan kehendak Allah. Amin.

LN

Leave a comment