Beritakanlah Kabar Baik

WhatsApp Image 2021-02-14 at 08.34.32

Markus 1:29-39

Injil Kerajaan Allah adalah kabar baik tentang keadaan dan waktu di mana Allah mulai memerintah sepenuhnya, yakni sejak kedatangan Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia. Berita tentang pemerintahan Allah atas umat manusia itu digemakan Yesus Kristus melalui pengajaran, penyembuhan orang-orang sakit, pengusiran setan-setan, dan tanda-tanda lain yang menyatakan kuasa Ilahi. Melalui perikop-perikop Markus 1 di atas, setidaknya ada 3 pengertian penting yang perlu kita pahami dalam rangka makin efektif mengabarkan Kerajaan Allah itu kepada dunia.

Pertama, pemberitaan Injil Kerajaan Allah tidak terbatas ruang dan waktu. Tindakan Tuhan Yesus mengusir setan dan menyembuhkan ibu mertua Petrus terjadi pada hari Sabat. Banyak pemuka agama menilai penyembuhan pada hari Sabat termasuk sebagai pantangan pada hari Sabat. Sanksinya bisa fatal. Akan tetapi, Tuhan Yesus tidak terjerat oleh ketentuan itu. Ia tetap menyembuhkan banyak orang pada hari Sabat. Sikap ini menjadi pesan bahwa Injil Kerajaan Allah tidak boleh dibatasi oleh hari atau tradisi manusiawi manapun.

Seringkali tradisi justru menjadi penghambat terwujudnya Kerajaan Allah. Saat ini banyak orang Kristen masih terjebak dengan tradisi yang mengerogoti keimanan. Misalnya, pemaksaan ibadah-ibadah 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari di sekitar kedukaan yang sangat bernuansa mistis. Tradisi mensegregasi (memisah-misahkan) antara kedudukan pria dan wanita. Perilaku lebih memprioritaskan ketentuan adat di atas ketentuan ilahi (seperti pernikahan gerejawi yang bisa jadi dianggap tidak lengkap/utuh tanpa praktik adat). Atau, konsepsi tentang pamali yang kerap menghalangi kita menerapkan kebenaran dan kebaikan (pelanggar pamali bisa kena sangsi adat/sosial yang berat, tetapi aturan Allah tidak disangsi apapun). Padahal, hari dan tradisi harus menjadi sarana atau memfasilitasi terwujudnya Kerajaan Allah atas hidup manusia.

Kedua, pengajaran dan pelayanan kasih berjalan beriringan. Setelah Kristus mengajar di rumah ibadat, Ia melanjutkan dengan pelayanan kasih. Ia menyembuhkan orang yang dirasuk setan. Ia menyembuhkan ibu mertua Petrus. Ia menyembuhkan banyak sekali orang yang datang memohonkan pertolongan-Nya. Pemberitaan tentang Kerajaan Allah harus dilakukan dalam sebanyak mungkin dimensi kehidupan. Injil Kerajaan Allah tidak boleh hanya menjadi wacana diskusi atau pengajaran di ruang kebaktian, melainkan juga menubuh di dalam perbuatan-perbuatan kebaikan. Pengajaran itu membangun kesadaran dan membuka wawasan,  lalu pelayanan kasih itu melepaskan belenggu dan memberdayakan orang-orang untuk terlibat penuh di dalam misi mewujudkan Kerajaan Allah.

Sebagai gereja dan anggota gereja, kita sadar bahwa tugas utama gereja bukan hanya mengajar atau menyelenggarakan ibadah-ibadah. Gereja juga harus peduli pada kenyataan sosial di sekitarnya. Seperti iman tanpa perbuatan adalah kosong, demikian pula Injil tanpa pelayanan kasih akan menjadi omong kosong. Beriringan dengan kesaksian kata-kata kita, kita juga harus memberdayakan orang-orang lemah agar kembali kuat, orang miskin agar kembali kaya di dalam Tuhan, orang susah agar berbahagia di dalam Tuhan dan yang tidak berdaya agar mampu terlibat di dalam pelayanan-pelayanan Tuhan atas dunia.

Ketiga, Injil bukan untuk segelintir orang, tetapi untuk sebanyak mungkin orang. Kita melihat bahwa pengajaran dan pelayanan Kristus tidak hanya menjangkau satu kota melainkan banyak sekali kota. Ia tidak hanya mengajar di rumah ibadat, tetapi juga di padang, di pantai, di pasar, di banyak sekali tempat. Kristus ingin menjangka sebanyak mungkin orang; bukan hanya penduduk Israel, tetapi juga penduduk seluruh dunia.

Saat ini, gereja-gereja terkesan telah menjadi kerajaan-kerajaan kecil bagi anggota-anggotanya. Kita merasa gereja kita hanya menjadi milik kita, bukan milik orang lain yang bukan seanggota. Gereja lain juga bukan urusan kita hanya karena kita bukan anggota di sana. Pada satu sisi, keanggotaan gereja menolong kita fokus melayani siapa yang terdaftar, tetapi pada sisi lain membuat kita kurang peduli pada mereka yang tidak terdaftar. Padahal, pelayanan gereja mestinya terbuka bagi siapapun, bahkan kepada mereka yang bukan Kristen, seperti pelayanan Kristus yang tanpa batas.

Saudara, sebagai pengikut Yesus Kristus, memberitakan Injil itu adalah suatu kewajiban. Tanggung jawab memberitakan Injil merupakan respon nyata atas kasih Allah. Oleh karena itu, mari terus memberitakan Kabar Baik tentang pemerintahan Allah. Jangan takut, jangan malu, dan jangan malas memberitakan Injil Kerajaan Allah kepada siapapun. Hidup ini adalah kesempatan. Jangan sia-siakan. Selagi masih ada waktu dan momen, mari kita terus memberitakan Injil Kerajaan Allah. Amin.

Leave a comment