Berdamai Dengan Kesulitan

Quote-30Des2019

Yesaya 63:7-9; Mazmur 148; Ibrani 2:10-18; Matius 2:13-23

Betapa awal kehadiran Yesus di dunia dimulai dengan kesukaran. Kesulitan menemukan tempat untuk lahir yang pada akhirnya membawa Maria dan Yusuf di sebuah tempat istirahat, sebuah kandang binatang untuk melahirkan Yesus. Ancaman kematian karena pembunuhan bayi-bayi oleh Herodes bahkan penyingkiran ke Mesir merupakan narasi yang memperlihatkan kepada kita betapa berat perjalanan awal Yesus. Ia hadir untuk memenuhi karya penyelamatan Allah bagi manusia dan dunia. Namun ironi, kehadiranNya itu tidak diketahui banyak orang bahkan tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kehadiranNya tidak diharapkan!

Meskipun sebagai bayi Yesus tidak dapat bertindak dalam pembelaan-Nya  sendiri, perlindungan Tuhan terjadi melalui ketaatan dan kesetiaan Yusuf dan Maria, mereka memastikan keamanan bayi Yesus. Allah membimbing Yusuf untuk menyelamatkan bayi Yesus lewat mimpi. Dengan menggunakan persembahan dari orang Majus sebagai biaya perjalanan, Yusuf dan Maria melarikan diri ke Mesir. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Allah selalu berada di depan rencana manusia. Allah tahu Herodes merupakan ancaman bagi bayi Yesus dan Allah tahu bahwa Yusuf sangat miskin, maka Allah mengirimkan orang Majus dan memakai mereka untuk memelihara bayi Yesus. Peristiwa ini juga memperlihatkan kembali kesalehan dan ketaatan Yusuf terhadap perintah Allah. Begitu mendengar Allah berfirman, Yusuf segera mengajak Maria dan bayi Yesus pergi ke Mesir. Setelah Herodes mati, Allah kembali berfirman kepada Yusuf untuk membawa keluarganya pergi ke Nazaret di daerah Galilea, tempat dimana Yesus tumbuh besar dan memulai pelayanan-Nya. Yusuf tidak hanya taat kepada bimbingan-Nya, ia juga melakukan semua perintah-Nya tanpa keraguan sedikitpun.

Rintangan dan kesulitan hidup dalam berbagai wujud dapat menggoncangkan iman percaya kepada Tuhan sampai kita meragukan penggenapan rencana Tuhan bagi pribadi, umat Tuhan, dan gereja-Nya. Firman Tuhan ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tak pernah gagal dalam mewujudkan rencana-Nya bagi kehidupan umat-Nya. Ia adalah Tuhan yang berdaulat dan mengatur sejarah hidup semua manusia bagi penggenapan firman-Nya. Sebentar lagi kita akan menutup Tahun 2019 dan memasuki Tahun 2020, mari kita  berketetapan hati untuk percaya bahwa Tuhan berdaulat dan mengatur sejarah hidup kita, ditengah-tengah kesulitan apapun, Amin

                                                                                                           YKD

Leave a comment