BERBUAH DI DALAM ANUGERAH

news-thumb1280

Yesaya 55:1-9; Mazmur 63:2-9; 1 Korintus 10:1-3; Lukas 13: 1-9

Masa Prapaskah adalah waktu untuk memeriksa diri, bertobat dan berbalik kepada Allah. Pertobatan tak cukup berhenti sebagai sebuah penyesalan yang ritual dan formal saja. Perlu ada kesungguhan hati untuk mengarahkan diri kita kembali kepada kehendak Allah.

Dalam bacaan Lukas 13: 3 & 5, ada 2 pengertian mengenai pertobatan, yaitu:

  1. Lukas 13:3 mempunyai arti “suatu perintah yang harus ditaati terus menerus” (Metanoete dalam bentuk present imperative)
  2. Lukas 13:5 mempunyai arti “suatu perintah yang hanya perlu ditaati satu kali saja” (Metanoesate dalam bentuk aorist imperative).

Kedua pengertian ini menunjukkan bahwa sebuah pertobatan sejati memiliki 2 aspek:

  • Datang, percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, sekali untuk selamanya.
  • Senantiasa memeriksa diri, sebab dosa selalu menghampiri kita dan hidup dalam pertobatan terus-menerus.

Dari pengertian di atas, kita memahami bahwa tangan Tuhan terbuka untuk menerima dan merangkul ketika kita mau bertobat dan kembali kepada-Nya. Inilah hadiah yang Tuhan anugerahkan bagi kita. Anugerah ini harus kita responi dengan sikap yang tepat, sebab kesempatan yang Tuhan berikan tidak akan kita dapatkan dari manapun juga. Roma 2:4-5 mengingatkan dan mengajak kita untuk bertobat, “Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan”. Terpujilah Allah kita yang besar dan sabar dengan segala penuh kebaikan-Nya kepada kita.

Perkataan Tuhan Yesus tidak berhenti sampai di sana, tetapi dilanjutkan dengan ajakan agar kita “jangan sia-siakan kesempatan” dengan mengeraskan hati.

  • Setelah tidak menghasilkan buah selama 3 tahun, pohon ara itu diberi kesempatan 1 tahun lagi, kalau tetap tidak ber-buah, maka pohon itu akan ditebang. Hal ini menunjukkan bahwa kesempatan itu TERBATAS. Setiap orang memiliki waktunya masing-masing, sekalipun demikian anugerah yang Tuhan berikan adalah ketetapan Allah yang kita sendiri tidak tahu kapan batas akhirnya. Seorang teolog mengatakan: “God is very patient, however, His patience does not last forever”
  • Kita tidak tahu dimana batasan antara 3 tahun (ayat 7) dan 1 tahun (ayat 8-9), hal ini menekankan untuk kita BERTOBAT SEKARANG JUGA! Jangan menunda pertobatan, karena ada batas waktu dimana kita akan di tebang (ayat 9) dan juga akan dibinasakan (ayat 3 & 5).

Allah kita adalah Allah yang sangat baik dan pemurah, dengan kasih dan panjang sabar selalu mengingatkan dan menawarkan agar kita kembali kepada- Nya melalui pertobatan yang sejati dan menerima anugerah keselamatan-Nya. Pertobatan selalu terbuka bagi setiap orang yang mau mengakui Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru-selamat-Nya dan menjauhi dosa-dosa, sehingga menjalankan hidup dalam ajaran Tuhan untuk melakukan segala kebaikan seperti yang diajarkan dalam kebenaran Firman Tuhan.

Di minggu pra-paskah yang ketiga ini, kita semua dipanggil untuk menyadari agar selalu hidup dalam anugerah kebaikan Tuhan yang telah menyadarkan kita bahwa hidup yang telah ditebus oleh darah Kristus di atas kayu salib sebagai jalan keselamatan kita adalah hidup karena anugerah Tuhan semata. Terpujilah Tuhan sekarang dan selamanya. Amin.

BMW

Leave a comment