BERBUAH BERLIPAT GANDA

news-thumb1280

Yesaya 55:10-13, Mazmur 65:2-14, Roma 8:1-11, Matius 13:1-9, 18-23

Adakah di antara kita yang masih mengingat firman Tuhan yang disampaikan satu tahun yang lalu? Atau satu bulan yang lalu? Atau bahkan satu minggu yang lalu? Kadang kita tidak ingat lagi firman Tuhan yang sudah kita baca atau dengarkan. Jika demikian, sia-sia sajakah kita menyempatkan diri untuk membaca firman Tuhan tiap- tiap hari? Sia-siakah kita mendengar khotbah yang disampaikan tiap-tiap minggu? Kemampuan kita untuk mengingat mungkin benar ada batasnya, karena itu kita bisa saja lupa, tetapi itu tidak berarti bahwa semua firman Tuhan yang kita baca dan kita dengarkan menjadi sia-sia. Firman Tuhan melalui nabi Yesaya mengatakan bahwa firman yang keluar dari mulut Tuhan tidak akan pernah menjadi sia-sia. Tiap-tiap firman disampaikan sesuai dengan maksud dan tujuan Tuhan bagi setiap orang yang mendengarnya, dan itu akan berdampak dalam kehidupan mereka. Bisa memberi kekuatan dan penghiburan bagi yang mendengarnya, bisa juga menegur dan menyatakan kesalahan atau memimpin dan membimbing orang di jalan Tuhan (2Tim 3:16).

Sekalipun kita tidak dapat mengingat secara persis firman yang kita terima, tetapi firman itu akan menjadi bagian dalam diri dan hidup kita apabila kita sungguh-sungguh merenungkan dan menerimanya dalam hati dan pikiran kita. Hidup kita akan diubahkan dan buah dari pekerjaan firman itu akan nyata di dalam kita. Firman itu akan menolong kita untuk hidup dalam hidup yang baru, yaitu hidup yang tidak lagi dikuasai oleh daging dengan segala keinginannya yang berdosa, melainkan hidup yang dipimpin oleh Roh. Firman yang telah kita baca dan dengarkan akan menjadi bagian dalam diri kita dan Roh Kudus akan menolong kita untuk memberlakukannya dalam hidup kita, sehingga sekalipun kita tidak lagi mengingatnya secara harafiah, tetapi kebenaran yang diajarkan telah menjadi bagian yang tertanam dan dapat menghasilkan buah dalam kehidupan kita.

Buah dari benih firman yang ditabur bisa berlipat ganda apabila kita bersedia tidak hanya menjadi penerima yang lalu melupakan, melainkan menjadi penerima yang bersedia melakukan firman itu dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita akan melihat betapa hebatnya kuasa Allah yang bekerja di dalam firman yang disampaikan-Nya kepada kita. Jangan biarkan kuasa apapun merampas, menghalangi atau membelenggu firman yang Tuhan mau sampaikan kepada kita. Karena itu, marilah kita siapkan hati dan diri kita sedemikian rupa untuk membaca dan mendengarkan pemberitaan firman Allah, supaya kita dapat menerimanya dengan baik dan juga dapat memberlakukannya dalam hidup kita, sehingga sesuai dengan janji Tuhan, firman itu dapat berbuah berlipat ganda dalam hidup kita. Kiranya kita terus bertumbuh semakin serupa Kristus melalui benih firman yang kita baca tiap-tiap hari dalam saat teduh kita ataupun melalui pemberitaan firman yang disampaikan dalam ibadah atau persekutuan yang kita ikuti. Tuhan menolong kita.

LN

Leave a comment