ALLAH YANG PENYABAR

news-thumb1280

Yesaya 44:6-8, Mazmur 86:11-17, Roma 8:12-25, Matius 13:24-30, 36-43

Ketika kita melihat ketidakbenaran dan ketidakadilan terjadi di tengah-tengah kita, juga melihat orang-orang yang berjuang untuk menegakkan kebenaran dan memperjuangkan keadilan justru malah mengalami kesusahan, kadang kita merasa seakan-akan Tuhan tidak hadir dalam hidup kita. Tuhan tidak ada, itu sebabnya Ia tidak bertindak melakukan apa-apa untuk menegakkan kebenaran dan membela keadilan. Atau Ia ada, hanya tidak punya cukup kuasa untuk menolong kita, karena itu orang-orang yang berlaku tidak benar dan mempermainkan keadilan dapat terus berjaya. Benarkah Tuhan tidak ada? Atau benarkah Ia kurang kuasa? Bacaan kita hari ini menyatakan bukan demikian kebenarannya. Jika Tuhan diam dan belum bertindak melihat ketidakbenaran dan ketidakadilan, bukan karena Ia tidak hadir atau tidak ada atau kurang kuasa, melainkan karena Tuhan masih menunjukkan kesabaran dan belas kasihan-Nya. Ia masih memberi kesempatan bagi banyak orang untuk bertobat (lihat juga 2Petrus 3:9).

Tuhan mengijinkan rumput ilalang atau ilalang tumbuh bersama-sama dengan tanaman gandum. Sekalipun kehadiran ilalang bisa mengganggu pertumbuhan gandum, menjadi penghambat atau penghalang bagi gandum, mereka dibiarkan tetap ada dan tidak segera disingkirkan demi kebaikan tanaman gandum itu sendiri. Tetapi ilalang tidak akan tetap ada dan terus berjaya, akan tiba harinya di mana Tuhan yang empunya ladang akan meminta para pekerja untuk mencabut dan mengumpulkan mereka untuk dibakar. Sementara berkas- berkas gandum akan dibawa masuk dalam lumbung. Sama seperti Tuhan memilah dan memisahkan lalang dari gandum, demikian juga Tuhan akan bertindak terhadap orang-orang benar dan orang-orang jahat pada waktu-Nya.

Tidak sekali-kali Tuhan membiarkan orang jahat luput dari upah kejahatannya dan tidak satu pun orang benar akan kehilangan buah kebenarannya. Sekalipun untuk sesaat lamanya kita melihat orang-orang benar harus mengalami kesusahan dan penderitaan, sementara orang-orang jahat dapat bermegah dalam kejahatannya, kita tidak perlu menjadi kecewa dan kehilangan semangat untuk melakukan apa yang benar. Pada waktunya kita akan melihat bahwa kebenaran akan muncul dan bersinar seperti matahari, karena Tuhan ada, Ia melihat dan akan bertindak. Nasihat yang Rasul Paulus berikan kepada jemaat di Galatia, menjadi pesan yang kuat juga bagi kita pada hari ini, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”

Jadi jangan pernah berhenti berbuat baik dan jangan berhenti berbuat benar hanya karena kita melihat ada banyak orang jahat di sekitar kita. Pada waktunya kita akan melihat apa yang Allah akan lakukan setelah Ia menunjukkan kesabaran dan belas kasihan-Nya. Kiranya Tuhan terus menguatkan kita, sehingga tidak satupun di antara kita yang menjadi lemah dalam melakukan apa yang baik dan yang benar, sampai tiba waktu-Nya. Amin.

LN

Leave a comment