Sejarah Gereja 2

Pembentukan Jemaat Patekoan/Perniagaan (2)

Karena usia Pdt David Timothy Gunawan sudah lanjut, maka kemudian dicari tenaga penerus untuk melayani jemaat Patekoan. Pada tanggal 7 Juni 1964, sdr Paul Tjandranugito, S.Th. diteguhkan menjadi calon pendeta oleh Pdt David Timothy Gunawan. Kemudian beliau ditahbiskan sebagai Pendeta kelima GKI Perniagaan pada tanggal 29 Juni 1966 dilayani oleh Pdt. Lie Beng Tjoan (Pdt. Rasmindarja). Pertumbuhan jemaat makin meningkat, khususnya setelah dilaksanakan kebaktian kebangunan rohani pada tanggal 2-7 Juni 1969 yang dipimpin oleh Rev. Hubert Mitchel dari Amerika Serikat. Kebaktian Kebangunan Rohani tersebut dihadiri sekitar 350 orang setiap malam!. Jumlah sebanyak itu pada waktu itu dianggap luar biasa! Jumlah jemaat GKI Perniagaan  makin meningkat. Karena anggota jemaat makin bertambah secara pesat, maka Majelis Jemaat GKI Perniagaan memutuskan untuk membongkar gedung gereja yang lama. Pada tanggal 26 Juli 1971 dilaksanakan kebaktian khusus peletakan batu pertama. Gedung gereja GKI Perniagaan yang baru selesai dan diresmikan penggunaannya oleh Ketua Umum Sinode GKI Jawa Barat, yaitu dalam diri Pdt. Clement Suleeman pada tanggal 26 Juli 1974.

             

Sejak itu pengembangan jemaat GKI Perniagaan makin meningkat dan Majelis Jemaat kemudian memanggil dan mengangkat Jahja Zacharia untuk membantu pelayanan. Kemudian tanggal 2 Juni 1976, Jahja Zacharia ditahbiskan sebagai Pendeta keenam di GKI Perniagaan. Pada tanggal 22 Juni 1979, Pdt David Timothy Gunawan meninggal dunia tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-81. Pada tanggal 31 Oktober 1980, pos PI di Muara Karang didewasakan menjadi GKI Muara Karang yang mana Pdt. Jahja Zacharia diteguhkan sebagai Pendeta pertama GKI Muara Karang. Kekurangan tenaga pengerja di GKI Perniagaan akhirnya terpenuhi dengan hadirnya Pdt. RAS Pandiangan, S.Th. yang semula melayani di GKI Jatibarang. Beliau diteguhkan pada tanggal 1 September 1980 sebagai Pendeta ketujuh GKI Perniagaan. Pada tanggal 2 Pebruari 1981, Pdt. Paul Tjandranugito dan keluarga berangkat untuk pelayanan di Australia. Syukur kepada Tuhan, pada tanggal 27 Pebruari 1984 Pdt. Luther Tan, S.Th yang semula melayani di GKI Kanaan, Jakarta dapat diteguhkan sebagai Pendeta kedelapan GKI Perniagaan oleh Pdt. Caleb Tong, S.Th.

Penambahan jemaat sejak tahun 1983 dapat mencapai 100-200 orang setiap tahun. Pada sisi lain kehidupan kota Jakarta sebagai metropolis juga makin padat dan kompleks, sehingga Majelis Jemaat memutuskan untuk menambah tenaga pengerja. Pada tanggal 18 Pebruari 1991, sdr. Imanuel Adam, S.Th. ditahbiskan sebagai Pendeta kesembilan GKI Perniagaan oleh Pdt. Semuel O. Purwadisastra, S.Th. Setelah melayani selama sekitar 10 tahun, pada tanggal 1 Februari 1998, Pdt. Imanuel Adam mutasi pelayanan ke GKI Gading Indah. Syukur kepada Tuhan, tanggal 30 Nopember 1998, Pdt. Nur Wahyuni Kristiadji, M.Th. yang semula melayani di GKI Gunung Sahari diteguhkan sebagai Pendeta kesepuluh GKI Perniagaan oleh Pdt. Suatami Sutedja, S.Th. sebagai pendeta wanita pertama. Pada tahun 2002, perkembangan jemaat GKI Perniagaan meluas sampai wilayah Gading Serpong, Tangerang. Di sana telah terbentuk Bakal Jemaat. Untuk itu Majelis Jemaat GKI Perniagaan memproses seorang tenaga, yang akan melayani di wilayah Gading Serpong yaitu dalam diri Pdt. Andreas Loanka, M. Div. yang semula melayani di GKI Pinangsia. Pada tanggal 6 Mei 2002, beliau diteguhkan sebagai pendeta kesebelas GKI Perniagaan oleh Pdt. Hariyanto W. Maranatha, S.Th. dengan tugas khusus yaitu membina Bakal Jemaat tersebut sampai dapat dilembagakan menajdi GKI Gading Serpong. Pada 26 Januari 2004, diadakan kebaktian pelembagaan Bakal Jemaat menjadi GKI Gading Serpong sekaligus meneguhkan Pdt. Andreas Loanka M Div. sebagai pendeta pertama GKI Gading Serpong oleh Pdt. Samuel Santoso, M.Th. Ternyata karya Tuhan makin meluas, sehingga Majelis Jemaat kemudian memutuskan untuk menambah tenaga pengerja. Kerinduan tersebut baru terwujud dengan hadirnya Pdt. Yohanes Bambang Mulyono, S.Th. yang semula melayani di GKI Blimbing Malang, Jawa Timur dan beliau diteguhkan sebagai Pendeta kedua belas GKI Perniagaan pada tanggal 16 Agustus 2004 oleh Pdt. Ronny Setyamukti, S.Th. Dengan demikian GKI Perniagaan kini dilayani oleh 9 orang pengerja yang terdiri dari 4 orang Pendeta : Pdt. Em. RAS Pandiangan, S.Th, Pdt. Luther Tan, M.Min, Pdt. Nur Wahyuni Kristiadji, M.Th dan Pdt. Yohanes Bambang Mulyono, S.Th., didukung oleh 2 orang tenaga kategorial : Tkt. Ny. Sudiarti Ginting, S.Th. dan Tkt. Ny. Yinatia K. Djojo, S.Th. Di samping itu, turut melayani: Pnt. Hadi, S.Si.Teol. (kini telah mutasi pelayanan ke GKI Nurdin), Pnt. Lie Nah, S.Th. dan Sdr. Andri Mawan, M.Div. sedang dalam proses kependetaannya.

           

Apabila dilihat dari karya pelayanan GKI Perniagaan, kita dapat melihat tangan Tuhan yang telah memakai jemaat ini untuk meluaskan kerajaanNya. Dapat dicatat melalui jemaat GKI Perniagaan, bersama GKI Residen Sudirman Surabaya, GKI Kebayoran Baru Jakarta dan GKI Gunung Sahari juga telah merintis pembentukan jemaat GKI Batam; sehingga pada tanggal 27 Pebruari 1998 diresmikan sebagai GKI Batam. Selain itu GKI Perniagaan bersama dengan GKI Gunung Sahari, GKI Muara Karang, GKI Perumnas Tangerang, GKI Samanhudi, GKI Sutopo dan GKI Wahid Hasyim memprakarsai pembukaan Pos Jemaat baru di daerah perumahan Gading Serpong yang akhirnya bakal jemaat di wilayah Gading Serpong tersebut dapat dilembagakan menjadi GKI Gading Serpong.

Usia jemaat Patekoan (GKI Perniagaan) apabila dilihat dari awal baptisan tahun 1868 sampai tahun 2008, maka kini  jemaat GKI Perniagaan telah berusia 140 tahun! Namun, kita tidak boleh melupakan peristiwa bersejarah dalam kurun waktu tersebut diterbitkannya keputusan resmi dari pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1899 Nama : “Evangelische Chineesche Gemeente tot Uitbreiding van Gods Koninkrijk” Dengan usia yang telah lebih satu abad, seharusnya sebagai jemaat GKI Perniagaan, kita makin dimatangkan dalam segala hal. Karena itu kita harus makin hati-hati melangkah, agar kita makin bijaksana dan rendah-hati untuk diproses dan ditempa sebagai alat di tangan Tuhan, sehingga sudah selayaknya kita perlu senantiasa mohon karunia hikmat, kasih dan kekuatan dari Tuhan; agar kita selaku jemaat makin dimampukan untuk dapat melayani Tuhan dan memberitakan karya keselamatanNya di atas muka bumi ini.

Dengan penyatuan ketiga Sinode GKI yaitu GKI Jawa Barat, GKI Jawa Tengah dan GKI Jawa Timur, kita selaku jemaat GKI Perniagaan tidak hanya merupakan salah satu bagian dari GKI Wilayah Jawa Barat tetapi kini kita telah menjadi bagian yang utuh dan integral dengan 200 lebih gereja/jemaat GKI di seluruh Indonesia yang membentang dari pulau Batam, Bali, seluruh Jawa dan Lampung. Dengan demikian, saat ini kita memiliki peran yang lebih luas dan menantang untuk menaburkan benih-benih Injil di seluruh pelosok bumi Nusantara ini. Untuk itu kita perlu secara konsisten dan dengan hati yang tulus memberlakukan Tata Gereja GKI sebagai dasar pijakan yuridis formal agar seluruh langkah dan proses keputusan gerejawi kita tetap menyatu dengan seluruh jemaat GKI. Apa artinya kita dapat melayani banyak hal, tetapi ternyata tidak sinergis dan esa dengan seluruh jemaat GKI? Di Yoh. 17:21, Tuhan Yesus mendoakan: “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku”.

Kita juga patut bersyukur, bahwa GKI Perniagaan dipercaya Tuhan untuk melakukan pelayanan di kepulauan Riau. Karena itu kita perlu senantiasa mendoakan agar pelayanan jemaat di kepulauan Riau suatu saat dapat menuai dengan banyak orang yang percaya kepada Kristus. Tetapi apakah kita selaku anggota jemaat bersedia untuk menjadi para pekerja untuk terus-menerus dengan setia memberitakan Injil Tuhan Yesus dalam berbagai aspek kehidupan? Tuhan Yesus berkata, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu” (Mat. 9:37-38).

Pdt. Yohanes Bambang Mulyono

Leave a comment